Membangun Sinergi untuk Penanganan Stunting Desa Mojokerto Tahun 2026
Mojokerto – Senin, 1 September 2025, Pemerintah Desa Mojokerto menggelar kegiatan Rembug Stunting yang dihadiri oleh berbagai unsur penting baik dari tingkat desa maupun kecamatan. Acara ini berlangsung di Balai Desa Mojokerto dengan tujuan merumuskan strategi bersama dalam pencegahan dan penanganan stunting di tahun 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Mojokerto, Sekretaris Kecamatan, Kasi Pembangunan Kecamatan, Pendamping Desa, PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana), Ketua BPD, KPMD (Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa), Kader Posyandu, serta seluruh perangkat desa. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama untuk mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Ketua BPD Bapak Ahmad Sudimin menekankan pentingnya pencegahan stunting dimulai dari sejak remaja (calon pengantin) hingga sampai 1000 hari pertama kelahiran anak. Selanjutnya, Sekretaris Kecamatan dan PLKB memberikan arahan agar usulan kegiatan yang dirumuskan selaras dengan program pemerintah kabupaten maupun provinsi, sehingga dapat memperoleh dukungan anggaran dan pendampingan yang optimal.
Perwakilan PLKB Kecamatan Kedawung, Ibu Suyamtinah juga menegaskan bahwa Makan Bergizi Gratis juga akan diberikan pada ibu hamil dan ibu menyusui anak yang berusia di bawah 6 bulan selama 5 hari. Namun, beliau belum dapat memberikan kepastian waktu kapan program nasional ini mulai dijalankan.
Hasil Rembug Stunting
Setelah melalui diskusi dan musyawarah, kegiatan menghasilkan beberapa usulan prioritas untuk penanganan stunting tahun 2026, di antaranya:
- Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi bagi balita dan ibu hamil berisiko tinggi.
- Kampanye Edukasi Gizi dan Pola Asuh bagi orang tua dan masyarakat melalui kelas ibu hamil, kelas balita, serta penyuluhan keluarga.
- Sosialisasi pencegahan pernikahan di bawah umur dan pencegahan penyakit menular seksual.
- Peningkatan akses sanitasi dan air bersih sebagai upaya pencegahan penyakit penyerta stunting.
- Kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan bergizi.
Penutup
Rembug Stunting Desa Mojokerto 2025 ini menjadi wadah penting dalam menyatukan langkah dan menyusun program nyata untuk pencegahan stunting di tahun 2026. Dengan semangat gotong royong, diharapkan angka stunting di Desa Mojokerto dapat terus ditekan sehingga tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin