Perkuat Ketahanan Iklim, Pemdes Mojokerto Salurkan Bibit Buah ke Kelompok Wanita Tani

10 Maret 2026
Administrator
Dibaca 43 Kali
Perkuat Ketahanan Iklim, Pemdes Mojokerto Salurkan Bibit Buah ke Kelompok Wanita Tani

MOJOKERTO, KEDAWUNG – Dalam upaya menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat kemandirian pangan di tingkat rumah tangga, Pemerintah Desa (Pemdes) Mojokerto, Kecamatan Kedawung, melaksanakan penyaluran bantuan bibit tanaman buah pada Selasa, 10 Maret 2026.

Bantuan ini diserahkan langsung kepada pengurus dan anggota dari 3 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di Desa Mojokerto. Program ini bukan sekadar bantuan rutin, melainkan bagian dari strategi besar desa dalam menyukseskan Program Ketahanan Iklim.

Investasi Hijau untuk Masa Depan

Penyaluran bibit ini bertujuan untuk mengubah lahan pekarangan warga menjadi area produktif yang mampu menyerap karbon sekaligus memberikan nilai ekonomi. Adapun jenis bibit yang disalurkan meliputi varietas unggul yang adaptif terhadap cuaca lokal, seperti mangga dan alpukat.

Kepala Desa Mojokerto menyampaikan bahwa keterlibatan KWT sangat krusial dalam program ini.

"Ibu-ibu KWT adalah ujung tombak ketahanan pangan keluarga. Dengan menanam pohon buah, kita tidak hanya menghijaukan desa untuk mendinginkan suhu lingkungan, tetapi juga memastikan anak cucu kita memiliki sumber vitamin yang mudah dijangkau," ujarnya di sela-sela acara.

Fokus pada Ketahanan Iklim

Berbeda dengan program bantuan bibit tahun-tahun sebelumnya, tahun 2026 ini Pemdes Mojokerto lebih menekankan pada aspek mitigasi perubahan iklim. Beberapa poin utama dari program ini meliputi:

  • Peneduh Alami: Mengurangi efek panas di lingkungan pemukiman.

  • Konservasi Air: Pohon buah membantu menjaga kualitas serapan air tanah di wilayah desa.

  • Pangan Mandiri: Mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan luar yang jejak karbon transportasinya tinggi.

Harapan untuk 3 KWT Desa Mojokerto

Ketiga KWT yang menerima bantuan diharapkan dapat melakukan perawatan secara intensif. Pemdes juga telah menyiapkan pendampingan teknis mengenai cara pemupukan organik agar tanaman dapat tumbuh maksimal tanpa merusak unsur hara tanah.

Melalui langkah kecil dari halaman rumah ini, Desa Mojokerto optimis dapat menjadi pionir desa yang tangguh dalam menghadapi ketidakpastian iklim di masa depan.