RAPBN 2026 dan Raodmap Pembangunan Nasional : Dari Stabilitas ke Inovasi

04 September 2025
Administrator
Dibaca 20 Kali
RAPBN 2026 dan Raodmap Pembangunan Nasional : Dari Stabilitas ke Inovasi

Jakarta, 15/08/2025 Kemenkeu – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen untuk mewujudkan ekonomi tangguh, mandiri, dan sejahtera. Selain itu, APBN harus digunakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dalam Pidato Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dan Nota Keuangannya di Rapat Paripurna DPR pada Jumat (15/08), Presiden menyampaikan RAPBN 2026 akan mengedepankan delapan agenda prioritas utama. 

8 Agenda Prioritas RAPBN 2026

  1. Ketahanan Pangan Nasional sebagai pondasi kemandirian bangsa

Pemerintah fokus mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras dan jagung, untuk menjamin stabilitas harga dan kesejahteraan petani dan nelayan. Sejumlah langkah strategis akan diambil seperti pencetakan sawah baru, distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran, penyediaan bibit unggul, alat pertanian modern, dan pembiayaan murah. 

  1. Ketahanan Energi

Hal ini dilakukan dengan cara peningkatan produksi minyak dan gas, menjaga harga energi, dan percepatan transisi energi menuju energi bersih

  1. Makan Bergizi Gratis (MBG) termasuk untuk siswa, ibu hamil, dan balita
  2. Pendidikan bermutu untuk SDM berdaya saing global

Fokus utamanya meliputi peningkatan kualitas guru, pendidikan vokasi, dan kesesuaian kurikulum dengan dunia kerja. 

  1. Kesehatan berkualitas yang adil dan merata

Anggaran kesehatan untuk memperkuat efektivitas dan memperluas akses layanan asuransi kesehatan dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Anggaran kesehatan juga diutamakan untuk meringankan beban masyarakat, merevitalisasi rumah sakit, mempercepat penurunan stunting, memberikan bantuan gizi untuk balita dan ibu hamil, mengendalikan penyakit menular, menurunkan tuberkulosis, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta meningkatkan fasilitas Kesehatan

  1. Penguatan ekonomi rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih (KMDP)

80 ribu KMDP telah terbentuk untuk mempermudah masyarakat desa mengakses sembako, pupuk, dan layanan keuangan di pedesaan. Pemerintah telah menyiapkan pendanaan murah melalui Bank Himbara agar KMDP dapat memperoleh akses pembiayaan dengan bunga rendah

  1. Pertahanan semesta untuk menjaga kedaulatan bangsa

Pemerintah akan memodernisasi alutsista, memperkuat komponen cadangan, serta mendukung industri strategis nasional dan kesejahteraan prajurit.

  1. Percepatan investasi dan perdagangan global

Melalui peran Danantara, pemerintah memperkuat investasi produktif dan mewujudkan Indonesia lebih kuat dalam rantai pasok dunia. Selain itu, program 3 juta rumah rakyat terus didorong melalui berbagai skema antara lain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, dukungan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di desa, kota, dan pesisir, serta dukungan PPN DTP untuk rumah komersil dalam mendukung pembangunan rumah yang layak huni dan terjangkau. Total jumlah rumah yang akan mendapat dukungan APBN 2026 adalah 770.000 rumah.

“APBN sebagai katalis, peran Danantara dan swasta harus semakin diperkuat sebagai motor penggerak ekonomi,” pungkas Presiden. 

 

Disalin dari :  https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/8-Agenda-Prioritas-dalam-RAPBN-2026